Headline News

Read more: http://secebisilmu.blogspot.com/2013/05/cara-pasang-berita-terbaru-headline.html#ixzz2Vs7VTXPC

Minggu, 29 Desember 2013

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 20-26 Desember 2013

I. HASIL PENGAMATAN
Secara umum G. Merapi teramati berkabut dan mendung. Pada tanggal 25 dan 26 Desember 2013, cuaca tampak cerah pada pagi, sore dan malam. Asap solfatara berwarna putih tipis, sedang, hingga tebal. Dominan berwarna putih tebal bertekanan lemah dengan tinggi maksimum 200 m, condong ke Utara diukur dari Pos Babadan tanggal 22 Desember 2013 pada pukul 05.00 WIB. Pada tanggal 21 Desember 2013, kawah G. Merapi teramati sesaat pada pagi hari. Hasil pengamatan visual menunjukkan pusat erupsi freatik tanggal 18 November 2013  melebar sekitar 25 m ke arah Barat Laut dibandingkan pengamatan tanggal 21 Desember 2013. Pada lokasi bukaan kawah ke arah Tenggara tidak mengalami perubahan. Di puncak G. Merapi hujan telah terjadi secara signifikan sehingga tampak jejak air hujan pada lapisan yang impermeabel.

Gambar 1. Pengamatan visual kawah G. Merapi tanggal 21 Desember 2013 dibandingkan dengan tanggal 22 November 2013

Kegempaan G. Merapi tercatat adanya gempa guguran sebanyak 37 kali, gempa tektonik 12 kali, dan LHF 3 kali. Gempa guguran yang terjadi memiliki amplitudo maksimal 90 mm dan durasi 130 detik dan gempa LHF yang terjadi memiliki amplitudo maksimal 80 mm dan durasi 35 detik. Melihat jenis dan jumlah gempa yang terjadi menunjukan bahwa aktivitas G. Merapi dalam kedaan normal.
Gambar 2. Statistik kegempaan G. Merapi Bulan Januari  – Desember 2013.
Deformasi   
Pemantauan deformasi menggunakan EDM di G. Merapi dilakukan dari pos-pos pengamatan (Pos Selo, Pos Jrakah, Pos Kaliurang dan Pos Babadan) masing-masing terhadap reflektor RS1, RJ1, RK2, RB1. Untuk minggu ini pengukuran deformasi dengan EDM tidak bisa dilakukan dikarenakan cuaca berkabut.

Data pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan. Sumbu-X (arah Barat-Timur) memiliki kemiringan + 0,2  mikroradian dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan) memiliki kemiringan - 0,1 mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 19,11 0C. Data deformasi belum menunjukkan adanya inflasi ataupun deflasi.

Gambar 3. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun plawangan Desember 2013, sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan).

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini hujan terjadi hampir setiap hari di semua pos pengamatan G. Merapi. Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 23 mm/jam terjadi di pos Jrakah pada tanggal 20 Desember 2013 selama 80 menit dan di pasar bubar pada tanggal 21 Desember 2013 intensitas  intensitas curah hujan sebesar 40 mm/jam selama 194 menit. Walaupun hujan sudah sering terjadi tidak ada lahar yang terjadi di sekitar G. Merapi.
Gambar 4. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari  – Desember  2013
II. KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”.
  2. Kegiatan pendakian G. Merapi disarankan hanya sampai di Pasarbubar (± 2500 m dpl) saja, untuk menghindari kejadian hembusan gas, abu vulkanik, dan letusan freatik yang bisa terjadi setiap saat.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar