Headline News

Read more: http://secebisilmu.blogspot.com/2013/05/cara-pasang-berita-terbaru-headline.html#ixzz2Vs7VTXPC

Selasa, 19 November 2013

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 8 - 18 November 2013


I. HASIL PENGAMATAN
Pada minggu ini tanggal 8 - 17 November 2013, keadaan cuaca cerah di sekitar G. Merapi umumnya pada pagi, sore dan malam hari. Siang hari cuaca cerah hanya terjadi sesaat. Asap solfatara berwarna putih tipis hingga tebal, tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 100 m condong ke Barat terukur dari Pos Kaliurang pukul 14:30 tanggal 9 November 2013.
Pada tanggal 18 November 2013 pada pukul 04.53 telah terjadi letusan freatik kecil di G. Merapi. Kolom asap berwarna coklat kehitaman membubung setinggi 2.000 m teramati dari Yogyakarta dan Deles (Gambar 1), sedang semua pos pengamatan G. Merapi tidak dapat mengamati. Suara gemuruh terdengar dari Pos Babadan (Kabupaten Magelang), Pos Selo, Pos Jrakah, dan Desa Tlogolele (Kabupaten Boyolali) dalam jarak 7 km dari puncak G. Merapi. Kejadian tersebut menyebabkan terjadinya hujan abu vulkanik ke sektor Timur meliputi Desa Cepogo, Musuk, Cluntang, Pujon, Kota Solo, dan Sragen. Berdasarkan pemodelan sebaran abu, jarak maksimal mencapai 62 km dari puncak Merapi (Gambar 2). Endapan abu di Bandara Adi Sumarmo, Solo tercatat setebal 0.3 mm.
 
 
 Gambar 1. Kolom asap letusan freatik G. Merapi berwarna coklat kehitaman pada tanggal 18 November 2013 dari Deles  oleh Kopral Paiman (Lintas Merapi). 
 
 
 
Gambar 2. Hasil pemodelan sebaran abu dengan software ASH3D menunjukkan sebaran abu ke arah Timur mencapai jarak maksimum 62 km dari puncak G. Merapi.  
 
 
 
Kegempaan G. Merapi tercatat gempa guguran sebanyak 109 kali, MP 8 kali, tektonik 11 kali, VB 3 kali. Pada minggu sebelumnya tercatat gempa guguran 78 kali, MP 2 kali dan gempa tektonik 11 kali. Guguran yang terjadi memiliki amplitudo maksimal 80 mm dan durasi 70 detik, VB memiliki amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 30 detik.
 
 
Gambar 3. Statistik kegempaan G. Merapi Bulan Januari  – November  2013.
Adapun kronologi terjadinya letusan freatik tanggal 18 November 2013 sebagai berikut :
1.Tanggal 18 November 2013, Pukul 04:41 WIB terekam gempa Tektonik.


2.Tanggal 18 November 2013, Pukul 04:58 - 05:08 WIB terjadi letusan freatik durasi 10 menit dan amplitudo maksimum 120 mm. Suara gemuruh terdengar dari Pos Babadan (Kabupaten Magelang), Pos Selo, Pos Jrakah, dan Desa Tlogolele (Kabupaten Boyolali)
   dalam jarak 7 km dari puncak G. Merapi.

 3.Tanggal 18 November 2013, Pukul 04:58 WIB, kolom asap berwarna coklat kehitaman membubung setinggi 2.000 m teramati stasiun CCTV Deles.

 
4.Tanggal 18 November 2013, Pukul 05:47 WIB terekam gempa Vulkanik dangkal (VB) sebanyak 1 kali.

Deformasi   
 Pemantauan deformasi menggunakan EDM di G. Merapi dilakukan dari pos-pos pengamatan (Pos Selo, Pos Jrakah, Pos Kaliurang dan Pos Babadan) masing-masing terhadap reflektor RS1, RJ1, RK2, RB1. Hasil pengukuran jarak reflektor bervariasi di bawah 1 cm (di bawah ralat pengukuran). Hasil ini menunjukan bahwa terjadi deformasi di tubuh G. Merapi, namun tidak signifikan.

 
Gambar 6. Hasil pengukuran  EDM Pos Kaliurang, Babadan, dan Selo Bulan Januari – November 2013
Data pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan. Sumbu-X (arah Barat-Timur) memiliki kemiringan 0,4 mikroradian dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan) memiliki kemiringan -0,2 mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 20,66 °C. Data deformasi belum menunjukkan adanya inflasi ataupun deflasi.

 
Gambar 7. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun plawangan November 2013, sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan).
 
 

 
Hujan dan Lahar
 
Hujan di sekitar G. Merapi terjadi dalam minggu ini tercatat di semua Pos pengamatan dengan intensitas curah hujan tertinggi 47 mm/jam selama 125 menit tercatat di pos Kaliurang pada tanggal 11 November 2013.
 
 
Gambar 8. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari  – November  2013
 
 
II. KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”.
  2. Kegiatan pendakian G. Merapi disarankan hanya sampai di Pasarbubar (± 2500 m dpl) saja, untuk menghindari kejadian hembusan gas, abu vulkanik, dan letusan freatik yang bisa terjadi setiap saat.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


0 komentar:

Posting Komentar