Headline News

Read more: http://secebisilmu.blogspot.com/2013/05/cara-pasang-berita-terbaru-headline.html#ixzz2Vs7VTXPC

Kamis, 06 Februari 2014

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 24 - 30 Januari 2014



I. HASIL PENGAMATAN
Cuaca di sekitar G. Merapi umumnya cerah pada pagi hari dan sesekali teramati malam hari. Asap solfatara tampak berwarna putih, tebal, tekanan  lemah tinggi asap 50 m condong kearah Timur, terukur dari Pos Kaliurang tanggal 24 Januari 2014 pukul 07.20 WIB. Angin bertiup dengan tekanan lemah sampai sedang dari arah Barat. 
Gambar 1. Morfologi puncak Merapi yang terlihat dari stasiun CCTV Pasarbubar tanggal 25 Januari 2014 tidak menunjukkan adanya perubahan.
 
 
Pada minggu ini, kegempaan G. Merapi tercatat gempa guguran sebanyak 7 kali, MP 12 kali, dan LHF 2 kali. Gempa guguran yang terjadi memiliki amplitudo maksimal 45 mm dan durasi 50 detik dan gempa LHF yang terjadi memiliki amplitudo maksimal 15 mm dan durasi 10 detik. Gempa tektonik tercatat 34 kali. Pada tanggal 25 dan 27 Januari 2014 terjadi gempa tektonik dengan masing-masing dengan kekuatan 6,5 SR pada pukul 12.14 WIB dan 5,3 SR pukul 23.15 WIB. Berdasarkan jenis dan jumlah gempa yang terjadi menunjukan bahwa aktivitas G. Merapi dalam kedaan normal.
 
Gambar 2. Statistik kegempaan G. Merapi Bulan Januari  2013 – Januari 2014.
 
Deformasi   
 
Pemantauan deformasi menggunakan EDM di G. Merapi dilakukan dari pos-pos pengamatan (Pos Selo, Pos Jrakah, Pos Kaliurang dan Pos Babadan) masing-masing terhadap reflektor RS2, RJ2, RK2, RB1. Pengukuran deformasi (EDM) tanggal 24 sampai dengan 31 Januari 2013 di Pos Selo (RS2) dan Babadan (RB1) tidak dapat dilakukan karena cuaca berkabut dan mendung. Data EDM di Pos Kaliurang (RK2) fluktuasi antara +1 mm sampai dengan -7 mm, memendek 6 mm (0,75 mm/hari); Pos Jrakah (RJ2) fluktuasi +1 mm sampai dengan -1 mm, memendek 1 mm (0,1 mm/hari). Pengukuran jarak reflektor bervariasi di bawah 1 cm (di bawah ralat pengukuran). Hasil ini menunjukan bahwa terjadi deformasi di tubuh G. Merapi, namun tidak signifikan.     
 
Gambar 3. Hasil pengukuran  EDM Pos Kaliurang, Babadan, dan Selo bulan Januari 2013 – Januari 2014
Data pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan. Sumbu-X (arah Barat-Timur) memiliki kemiringan +0,2 mikroradian dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan) memiliki kemiringan +0,1 mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 19,16 0C. Data deformasi belum menunjukkan adanya inflasi ataupun deflasi.
 
 
Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun plawangan Januari 2013 –Januari 2014, sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan). 
 
 
Hujan dan Lahar
 
Tercatat pada minggu ini hujan terjadi di semua pos hampir setiap hari. Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 46 mm/jam, selama 55 menit terjadi di pos Kaliurang pada tanggal 24 Januari 2014. Kendati hujan terjadi setiap hari, namun tidak ada lahar di sekitar sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi. 
 
Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari  2014
 
 
II. KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”.
  2. Kegiatan pendakian G. Merapi disarankan hanya sampai di Pasarbubar (± 2500 m dpl) saja, untuk menghindari kejadian hembusan gas, abu vulkanik, dan letusan freatik yang bisa terjadi setiap saat.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar