Headline News

Read more: http://secebisilmu.blogspot.com/2013/05/cara-pasang-berita-terbaru-headline.html#ixzz2Vs7VTXPC

Rabu, 14 Agustus 2013

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 5 - 11 AGUSTUS 2013




I. HASIL PENGAMATAN
G. Merapi menunjukkan cuaca cerah, pada pagi, siang dan malam hari sehingga puncak dan tubuh gunung sering tampak. Angin di sekitar pos-pos pengamatan umumnya tenang. Asap solfatara tercatat dominan berwarna putih tipis, bertekanan lemah, sumber asap dari dua lokasi yaitu dinding kawah bagian barat dan utara. Tinggi asap maksimum 450 m condong ke arah Barat teramati pada pukul 06:50 WIB dari Pos Kaliurang tanggal 5 Agustus 2013. Morfologi puncak Merapi dari Pos Jrakah tidak mengalami perubahan yang signifikan paska terjadinya hembusan kuat pada tanggal 22 Juli 2013. Gambar 1 menunjukkan morfologi G. Merapi dilihat dari Pos Jrakah.
 
 
 Gambar 1. Morfologi G. Merapi dilihat dari Pos Jrakah (sisi utara) tidak mengalami perubahan yang signifikan.
.
 
 
 
Kegempan yang terjadi pada minggu ini antara lain gempa Guguran sebanyak 64 kali, MP 3 kali, dan gempa Tektonik 13 kali. Sedangkan gempa Vulkanik tidak terjadi. Aktivitas G. Merapi masih didominasi oleh gempa-gempa permukaan berupa guguran dengan durasi sangat pendek dan amplitudo kecil yang disebabkan oleh faktor eksternal. Hal ini menunjukkan aktivitas G. Merapi dalam keadaan normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari  hingga Agustus 2013. Kejadian gempa Tektonik terasa di Yogyakarta pada tanggal 8 Agustus 2013 pukul 17.45 tidak mempengaruhi aktivitas kegempaan di G. Merapi.
 
 
Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari  – Agustus 2013
 
Deformasi 

Pemantauan dengan metoda deformasi dilakukan dengan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) berdasarkan perubahan jarak reflektor di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Babadan, Pos Kaliurang, Pos Jrakah dan Pos Selo sebesar kurang dari 1 cm. Berdasarkan data EDM dapat dinyatakan belum terlihat adanya deformasi di tubuh G. Merapi. Hasil pengukuran EDM di Pos Kaliurang, Pos Babadan, dan Pos Selo disajikan pada Gambar 3.

Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Agustus  2013
Hasil pemantauan deformasi berdasarkan tiltmeter stasiun Plawangan Januari– Agustus 2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan terlihat pada Gambar 4. Data tiltmeter dari stasiun Plawangan masih bervariasi dalam batas normal dan belum menunjukkan trend yang signifikan. Data deformasi tidak menunjukkan indikasi aktivitas magmatisme di permukaan.
 
Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari 2012 - Agustus  2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.
Hujan dan Lahar 
Hujan di sekitar G. Merapi masih terjadi dengan intensitas yang rendah (Gerimis) yang terjadi di 2 pos pengamatan yaitu Kaliurang 9 mm selama 20 menit dan Ngepos 5 mm selama 45 menit. Data curah hujan di sekitar Pos Pengamatan G. Merapi pada Januari – Agustus 2013 disajikan pada Gambar 5.
Gambar 5. Curah  hujan di setiap pos pengamatan  pada bulan Januari 2012 - Agustus  2013
 
 
II. SARAN
 
  1. Aktivitas hembusan bersifat sementara, bukan sebagai letusan magmatis, sehingga disimpulkan aktivitas G. Merapi tetap pada tingkat "NORMAL".  
  2. Fenomena hembusan di G. Merapi sering terjadi paska letusan 2010, masyarakat di himbau agar pendakian ke puncak disarankan sampai Pasarbubar.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

  4. Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
    sumber: BPPTKG

0 komentar:

Posting Komentar