Headline News

Read more: http://secebisilmu.blogspot.com/2013/05/cara-pasang-berita-terbaru-headline.html#ixzz2Vs7VTXPC

Selasa, 29 Oktober 2013

Waspada, 23 Desa Rawan Banjir Lahar Dingin Merapi


Kondisi dam sabo PU D2 Kali Putih, di Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sudah penuh material lahar dingin, Rabu (16/1/2013) | KOMPAS/WINARTO HERUSANSONO


MAGELANG, KOMPAS.com - Memasuki musim penghujan, sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang dinyatakan rawan banjir lahar dingin Gunung Merapi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat ada 23 desa di empat kecamatan di wilayah ini rawan banjir lahar dingin.

Sebagian besar desa-desa itu memang berada di bantaran sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Seperti Sungai Pabelan, Sungai Putih, sungai Blongkeng, Sungai Lamat, Sungai Batang, dan Sungai Krasak.

"Wilayah yang rawan bencana lahar dingin antara lain di Kecamatan Ngluwar, yang terdiri dari Desa Blongkeng, Pakunden, Somokaton, Bligo, dan Ngluwar. Sementara, di wilayah Kecamatan Salam terdiri dari Desa Salam, Mantingan, Sucen, Kadiluwih, Gulon, Jumoyo, Seloboro, dan Sirahan," sebut Mulyanto, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan BPBD Kabupaten Magelang, Selasa (29/10/2013).

Untuk Kecamatan Muntilan, lanjut Mulyanto, di Kelurahan Muntilan, Ngawen, Gunungpring, Tamanagung, Gondosuli, dan Adikarto. Lahar hujan juga mengancam wilayah Kecamatan Mungkid, seperti di Desa Pabelan, Progowati, Ngrajek, dan Bojong.

"Kami sudah melakukan antisipasi, antara lain dengan menyiapkan posko kesiapsiagaan serta menyiapkan relawan dan tim reaksi cepat (TRC)," ucapnya.

Selain upaya itu, tandas Mulyanto, pihaknya juga terus mengadakan sosialisasi dengan warga dan relawan sebagai upaya pengurangan resiko bencana. Bahkan pihaknya menggandeng Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dan UPN Veteran, guna mensosialisasikan terkait ancaman bencana yang sekatu-waktu bisa terjadi.

"Sejauh ini warga maupun para relawan sudah ada upaya swadaya membangun posko kesiapsiagaan memasuki musim penghujan ini," tutup Mulyanto.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar