Headline News

Read more: http://secebisilmu.blogspot.com/2013/05/cara-pasang-berita-terbaru-headline.html#ixzz2Vs7VTXPC

Senin, 04 November 2013

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 25 - 31 Oktober 2013

I. HASIL PENGAMATAN
Keadaan cuaca cerah di sekitar G. Merapi umumnya pagi hari, sesekali sore dan malam hari. Pada tanggal 25 Oktober 2013 cuaca relatif berkabut sepanjang hari. Asap solfatara berwarna putih, tipis sedang hingga tebal, bertekanan lemah. Tinggi maksimum asap solfatara 150 m condong Barat diukur pada pukul 17:05 WIB dari Pos Jrakah pada tanggal 29 Oktober 2013..
 
 
Gambar 1.  Morfologi Merapi dilihat dari sektor tenggara belum banyak mengalami perubahan dibandingkan selama 3 tahun paska erupsi 2010.
 
 
Kegempaan G. Merapi tercatat gempa guguran 78 kali, MP 2 kali dan tektonik 5 kali. Pada minggu sebelumnya tercatat gempa guguran 51   kali, MP 1 kali, gempa tektonik 8 kali dan LHF 2 kali. Guguran yang terjadi memiliki amplitudo maksimal 140 mm dan durasi 90 detik. Melihat jenis dan jumlah gempa yang terjadi menunjukan bahwa aktivitas G. Merapi dalam kedaan normal.
 
 
Gambar 2. Statistik kegempaan G. Merapi Bulan Januari  –  Oktober 2013.
 
Deformasi   
 
Pemantauan deformasi menggunakan EDM di G. Merapi dilakukan dari pos-pos pengamatan (Pos Selo, Pos Jrakah, Pos Kaliurang dan Pos Babadan) masing-masing terhadap reflektor RS1, RJ1, RK2, RB1. Hasil pengukuran jarak reflektor bervariasi di bawah 1 cm (di bawah ralat pengukuran). Hasil ini menunjukan bahwa terjadi deformasi di tubuh G. Merapi namun tidak signifikan.
 
Gambar 3. Hasil pengukuran  EDM Pos Kaliurang, Babadan, dan Selo bulan Januari – Oktober 2013
Data pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan. Sumbu-X (arah Barat-Timur) memiliki kemiringan 1,2 mikroradian dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan) memiliki kemiringan -0,6 mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 20,11 °C.

 
Gambar 4.Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari – Oktober 2013, sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan).
 
 

 
Hujan dan Lahar
 
Hujan di sekitar G. Merapi terjadi dalam minggu ini tercatat disemua Pos pengamatan dengan intensitas curah hujan tertinggi 65 mm/jam selama 55 menit tercatat di pos Ngepos pada tanggal 29 Oktober 2013.
 
 
Gambar 5.  Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari  – Oktober  2013
 
 
II. KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”.
  2. Kegiatan pendakian G. Merapi disarankan hanya sampai di Pasarbubar (± 2500 m dpl) saja, untuk menghindari kejadian hembusan gas dan abu vulkanik yang bisa terjadi setiap saat.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar